Selamat datang di Rusli Blog

Senang belajar dan berbagi mengenai ilmu komputer, teknik SEO, dan dunia komputer.

Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya.

Linux

Sistem Operasi yang powerfull, open scource, cantik dan dengan keamanan yang sangat baik.

Search Engine Optimization

SEO adalah suatu teknik agar website yang kita buat mudah ditemukan melalui search engine seperti Google.

Bahasa Pemrograman

Bahasa penghubung antara Manusia dengan Komputer.

Selasa, 13 November 2012

Proses Bisnis dalam Sistem Informasi

Persaingan bisnis yang semakin kompetitif yang semakin lengkap dan terlebih lagi perekonomian kita sedang dilanda krisis, walaupun kenyataan seperti itu tidak menjadi suatu halangan bagi para pebisnis perusahaan tetap berfikir positif untuk melanjutkan bisnis yang menurutnya adalah yakin karena pangsa pasar di tempat kita akan semakin mencerahkan pandangan para pengusaha yang menanamkan sahamnya di Indonesia, terlebih lagi pangsa pasar yang semakin meningkat pesat perkembanganya yaitu pansa pasar perkembangan system informasi yang seakan akan kita menjual serba ada karena bukan hanya produk yang ditawarkan melainkan jasa yang yang dibuat oleh pra programmer,
Masalah yang sering kali terjadi adalah perusahaan gagal atau terlambat dalam merespon tantangan bisnis yang muncul secara tidak terduga. Sebagai contoh: banyak perusahaan sangat lambat dalam mendeteksi adanya peluang-peluang bisnis baru serta dalam mendeteksi pergerakan yang dilakukan oleh kompetitor; lebih jauh lagi adalah perusahaan kadang cenderung mempunyai sifat reaktif dan tidak dapat mendeteksi masalah secara dini, dimana ini merupakan hal yang sangat kontraproduktif bagi perusahaan dalam menghadapi perkembangan bisnis di masa seperti sekarang ini.

ADAPUN SYSTEM INFORMASI YANG TERDIRI DARI:
Sistem fungsional, sistem penjualan dan pemasaran sistem manufaktur dan produksi, sistem keuangan dan akutansi serta sistem sumber daya manusia.
• Tidak ada sistem informasi tunggal faktanya, perusahaan berskala menengah dan besar memiliki ribuan program komputer dan ratusan sistem yang berbeda.

AKTIVITAS DALAM BERBISNIS ADALAH :
• Aktivitas bisnis adalah Aktiviatas kerja dari bahan baku, informasi, dan pengetahuan seperangkat aktivitas. Contohnya proses memperkerjakan karyawan.
• Aktivitas bisnis memperkerjakan dapat diuraiakan sebagai berikut:
• Membuat periklanan tempat,
• mengujungi agen pekerjaan,
• mengumpulkan surat lamaran,
• memeriksa surat lamaran,
• mewawancarai kandidat,
• mengevaluasi kandidat
• membuat keputusan kepegawaian,
• melibatkan karyawan pada sistem kepegawaian seperti penggajian, kesehatan, dan pensiun.

Sistem bisnis informasi yang terdiri dari :

• Fungsi dari system informasi ini juga meliputi system sumberdaya manusianya itu sendiri kita diharuskan mebngkaji Sdm yang ada dilingkungan kerja kita

ALUR PEMROSESAN TRANSAKSI• Sistem pemrosesan transaksi
• Sebuah sistem pemrosesan transaksi adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel, penggajian, pencatatan karyawan, dan pengiriman.
• Tujuan utama dari sistem pada tingkat ini adalah untuk menjawab pertanyaan rutin dan untuk melacak arus transaksi yang melalui organisasi.

SISTEM SUMBER DAYA MANUSIA
• Fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem informasi sumber daya manusia (human resources informasion system) mendukung aktivitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang ada, dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian karyawan.
• Sistem sumber daya manusia membantu manajemen senior mengenali kebutuhan sumber daya manusia

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

• Sistem informasi manajemen-SIM (manajemen information system-MIS) juga merancang kategori khusus sistem informasi yang melayani manajemen tingkat menengah. SIM menyediakan laporan kinerja terbaru perusahaan kepada manajemen tingkat menengah. Informasi ini digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan bisnis dan memprediksi kinerja di masa depan.

HUBUNGAN ANTAR SISTEM

• Berbagai jenis sistem dalam sebuah organisasi saling terkait satu sama lain. TPS adalah penghasil utama informasi yang dibutuhkan oleh kebanyakan sistem lain dalam perusahaan, yang selanjutnya akan menghasilkan informasi untuk sistem yang lain. Pada kebanyakan perusahaan, jenis sistem yang berbeda tersebut relatif tidak terkait. Namun demikian, semakin banyak perusahaan yang menggunakan teknologi baru untuk mengintegrasikan informasi yang berada dalam sistem yang berbeda.

SISTEM YANG MELINGKUPI PERUSAHAAN

APLIKASI PERUSAHAAN : Aplikasi dimana untuk melakukan pemrosesan agar mempermudah pekerjaan yang kita lakukan
• Aplikasi perusahaan (enterprise application) yang merupakan sistem yang melingkupi area fungsional, berfokus pada menjalankan proses bisnis di dalam perusahaan bisnis, termasuk seluruh tingkatan manajemen. Aplikasi perusahaan membantu bisnis untuk menjadi lebih fleksibel dan produktif dengan mengoordinasikan proses bisnis dengan lebih dekat dan mengintegrasikan sekelompok proses agar mereka berfokus pada pengelolaan sumber daya yang efisien dan pelayanan pelanggan.

SISTEM MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
Sistem manajemen hubungan pelanggan (customer relationship manajement-CRM) membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pelanggan. Sistem ini menyediakan informasi untuk mengordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dalam hal :
1. Penjualan
2. Pemasaran
3. Pelayanan untuk mengoptimalkan pendapatan
4. Kepuasan pelanggan
5. Mempertahankan pelanggan

E-BUSINESS,E-COMMERCE DAN E.GOVERNMENT
E-BUSINESS => mengacu kepada penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses bisnis utama pada perusahaan.
E-COMMERCE => bagian dari E-business yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet.
E.GOVERNMENT => mengacu kepada aplikasi internet dan teknologi jaringan untuk secara digital memungkinkan hubungan pemerintah dan agen sektor publik dengan masyarakat, bisnis, dan perpanjangan pemerintahan lainnya.

DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI
• Departemen sistem informasi (information system departement) adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab untuk memelihara peranti keras, peranti lunak, penyimpan data dan jaringan yang mencakup infrastruktur teknologi informasi perusahaan.

ORGANISASI SISTEM INFORMASI :

Programer yaitu spesialis teknis yang sangat terlatih yang menulis instruksi peranti lunak untuk komputer.
Analis sistem merupakan pekerjaan analis sistem untuk menterjemahkan masalah dan persyaratan bisnis menjadi kebutuhan informasi dan sistem.
Manager sistem informasi adalah pemimpin tim programer dan analis, manajer proyek, manajer fasilitas fisik, pengoperasi komputer dan staf yang memasukkan data.
Mengelola fungsi sistem informasi
Praktik Aplikasi SIM -> Menganalisis kinerja keuangan
Memperbaiki proses pengambilan keputusan.

Senin, 12 November 2012

Perbedaan IPv4 dengan IPv6 ?


IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah protokol internet generasi baru yang menggantikan protokol versi sebelumnya (IPv4). IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Tujuan utama diciptakan IPv6 karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit.

IPv6 vs IPv4

Kelebihan IPv6 dengan IPv4 antara lain:
  • Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
  • Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
  • Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
  • Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
  • Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
  • Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.
Berkas:Ipv6 header.svg

Paket IPv6

Ukuran paket Header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang terdiri dari:
  • versi, 4 bit.
  • Traffic class, 8 bit.
  • Label Flow, 20 bit.
  • Panjang Payload, 16 bit.
  • Header berikutnya, 8 bit.
  • Batasan hop, 8 bit.
  • alamat tujuan, 128 bit
  • alamat asal, 128 bit
Ukuran panjang Payload adalah 16 bit dan bisa membawa maksimum 65535 oktet.

Berikut adalah perbedaan antara IPv4 dan IPv6 menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo):

Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi. 

Jadi, masing-masing versi memiliki kelebihan dan kekurangan..
diharapkan dengan IPv6 ini dapat memenuhi kebutuhan dalam mengakses internet dengan baik.

Jumat, 09 November 2012

Import Database MySQL dengan phpMyAdmin


Tutorial ini akan menerangkan cara import database melalui phpMyAdmin. Sebelumnya anda harus mencari tahu bagaimana mengakses phpMyAdmin. Kalau di server kami, anda bisa akses phpMyAdmin melalui cPanel > phpMyAdmin.

Kalau anda belum mempunyai database MySql, anda bisa membuat database MySql melalui cPanel > MySql Databases.

Silahkan ikuti langkah dibawah ini untuk import database anda:
  1. Pilih database yang ingin di-import dari list database yang terdapat di sebelah kiri layar monitor komputer.


    pilih database
  2. Klik pada tab Import 
    tab import

  3. Di File to import ->  browse file backup database mysql yang ingin di import. Dan tekan tombol Go, untuk mulai import.
    browse file

  4. Tunggu proses import, kalau telah selesai akan dibawa ke halaman pemberitahuan.
Sekarang anda telah bisa melakukan import database melalui phpMyAdmin.

Cara Membangun Database yang Baik


 


Pembuatan (design) database yang baik memudahkan kita untuk memelihara dan mengupgrade (suatu saat nanti) menjadi system database yang lebih kompleks. Dengan sistem database yang benar, Anda tidak perlu merubah nomor telepon supplier didalam tiga tempat, tapi cukup didalam data pusatnya. Membangun database yang benar pada awal pembuatan merupakan langkah awal agar database Anda mudah digunakan dan dimodifikasi pada masa-masa berikutnya.


 
Terdapat beberapa langkah dalam membangun database yang baik, yaitu:
1.      Tentukan tujuan pembuatan database.
2.      Tentukan table-table yang diperlukan.
3.      Tentukan field-field yang dibutuhkan didalam masing-masing table.
4.      Tentukan table yang akan digunakan secara bersama-sama.
5.      Identifikasi field-field yang akan menjadi kunci, baik primary key maupun foreign key.
6.      Tentukan relationships antara masing-masing table.
7.      Check ulang, kemudian coba ringkaskan kembali design database yang sudah dibuat (jika memungkinkan).
8.      Memasukkan data statis kedalam table.
9.      Menciptakan object-object database lainnya.

 
Langkah 1 – Tentukan tujuan pembuatan database

Inilah langkah dasar yang harus Anda tentukan:
-         Hendak digunakan untuk apa database Anda?
-         Apa tujuan pembuatan database ini?
-         Siapa saja user atau pengguna database Anda?

 
Dengan memahami langkah ini, maka salah satu pondasi dasar database telah selesai Anda buat. Dengan demikian, kita tinggal memikirkan apa saja yang kita butuhkan untuk membangun database ini.

 
Langkah 2 – Tentukan table-table yang diperlukan

Sebagaimana membuat bangunan rumah, setelah selesai membuat sketsa, tentulah menentukan bahan bangunan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan sketsa tersebut menjadi bangunan jadi yang diinginkan. Pada database, bahan dasar untuk membangun database adalah table. Bertanyalah kepada user (pengguna) yang hendak menggunakan database Anda, apa yang sebenarnya mereka kehendaki dari database yang akan Anda buat. Uraikan secara detail output atau laporan yang akan mereka butuhkan didalam database yang akan Anda buat. Kumpulkan sketsa dan format apa saja yang mereka kehendaki. Buatlah sketsa database menggunakan pensil atau ballpoint didalam kertas kosong, dimana didalam sketsa ini memperlihatkan table-table yang kira-kira akan diperlukan nantinya.

 


 
Gambar contoh Sketsa Database yang saya buat diatas kertas HVS

 
Semakin banyak daftar informasi yang telah Anda terima dari mereka (user) akan memudahkan perancangan awal pembuatan database. Maka disinilah akan muncul berbagai ide didalam pikiran dan hati Anda. Apa yang harus Anda lakukan, apa saja yang Anda butuhkan, dan lain-lain. Dengan demikian Anda akan memahami table dan field apa saja yang dibutuhkan untuk membangun database tersebut.

 
Langkah 3 – Tentukan field-field yang dibutuhkan didalam masing-masing table

Masing-masing table mempunyai field-field yang harus Anda tentukan. Sebagai contoh, Anda telah menentukan table Daftar Supplier, tentu saja didalam table ini harus memuat data-data seperti: Nomor Supplier, Nama Supplier, Alamat Supplier, Nomor Telepon Supplier, dan lain-lain. Maka disinilah field-field tersebut dibuat, dan janganlah terburu-buru menyelesaikan langkah ini. Pikirkanlah kembali, benarkah hanya field-field tersebut yang Anda butuhkan. Sebab, membuat field susulan kadangkala akan merepotkan nantinya, dan bisa jadi akan memodifikasi sebagian besar database Anda, jika memang field tersebut dibutuhkan oleh hampir sebagian besar object didalam database Anda.

 
Janganlah ada suatu field yang merupakan hasil perhitungan dari field-field lainnya didalam table. Misalnya saja, didalam table Daftar Pesanan terdapat field Quantity dan field Harga, maka janganlah menambahkan field Total Harga didalam table ini, karena kita bisa menggunakan object query untuk melakukan ini, tidak perlu didalam table.

 
Jangan pula menambahkan field-field yang sifatnya daftar suatu materi didalam table utama. Contoh, Anda menambahkan field daftar produk yang Anda pesan dari supplier didalam table Daftar Supplier yaitu field Produk1, field Produk2, dan field Produk3. Ini akan sangat merepotkan ketika kita hendak mencari supplier apa saja yang mempunyai produk tertentu, dan yang lebih merepotkan adalah seandainya terdapat supplier yang daftar produknya lebih dari tiga, maka Anda harus menambahkan field tambahan didalam table Daftar Supplier. Cara yang benar adalah cukup daftar produk ini disimpan didalam table Master Barang, kemudian tambahkan disana Nomor Supplier-nya.

 
Jangan pula menambahkan field-field statis yang sama didalam beberapa table yang berbeda. Contoh, jika Anda telah membuat field Nama Supplier didalam table Supplier, maka Anda tidak perlu menambahkan field Nama Supplier didalam table Order, karena Nama Supplier ini bisa diambil dengan menggunakan object query. Namun jika field tersebut dinamis yang sifatnya bisa berubah, misalnya saja Harga Barang, maka Anda boleh menambahkan field Harga Barang ini didalam table Order dan table Master Barang.

 
Langkah 4 – Tentukan table yang akan digunakan secara bersama-sama

Sebagaimana kita tidak perlu membuat field statis yang sama didalam beberapa table, jangan juga kita membuat table statis yang sama didalam suatu database. Jadi Anda tidak perlu membuat table Master Barang khusus untuk supplier A, sedangkan untuk supplier B Anda membuat table Master Barang yang lain. Seandainya akan dibuat form atau report dari data tersebut, maka Anda akan bekerja dua kali, dan ini akan lebih memakan waktu. Dan yang lebih merepotkan lagi adalah seandainya terjadi perubahan design table didalam table yang satu, maka table lainnya harus dirubah juga.

 
Table-table statis yang akan digunakan secara bersama-sama umumnya merupakan data master, dengan demikian seandainya terjadi perubahan data didalam table master, maka secara otomatis pada table-table lainnya akan ikut berubah. Inilah salah satu keunggulan database Access, bekerja secara sistematis serta mengupdate data kedalam semua table yang berhubungan.

 
Langkah 5 – Identifikasi field-field yang akan menjadi kunci

Setelah membuat table, tentukanlah field-field yang akan menjadi kunci (primary key dan foreign key). Primary key berguna agar data didalam table tidak duplikat atau double, sedangkan foreign key berguna untuk menghubungkan field primary key didalam table master ke suatu field pada table detail. Tambahkan pula index kedalam beberapa field yang ditentukan, baik index jenis Duplicate OK ataupun No Duplicate.

 
Field kunci, baik primary key maupun foreign key serta index harus ditentukan sejak awal, dengan demikian design database pada langkah berikutnya akan mudah. Khusus untuk primary key jenis number, sebaiknya menggunakan type AutoNumber (Long Integer) agar user tidak perlu menginput lagi.

 
Langkah 6 – Tentukan relationships antara masing-masing table

Setelah Anda membuat field kunci, maka hubungkanlah kunci-kunci ini dengan suatu hubungan yang Anda tentukan, yaitu melalui relationships yang telah disediakan oleh Access (pelajari kembali relationships yang sudah penulis jelaskan pada pelajaran sebelumnya). Ingat! Pembuatan database tanpa relationships seperti membuat database model flat (bukan RDBMS), sehingga maintenance data akan sulit nantinya. Dan memang salah satu keunggulan Access karena didalamnya terdapat fasilitas pembuatan relationships yang sangat baik.

 
Langkah 7 – Check ulang, kemudian coba ringkaskan kembali design database yang sudah dibuat (jika memungkinkan)

Ketergesa-gesaan adalah perbuatan yang kurang baik, dan terkadang membawa penyesalan dimasa mendatang. Maka janganlah tergesa-gesa untuk membangun object-object database lainnya jika Anda belum mencheck ulang design database dari langkah 1 sampai dengan 6. Lihatlah kembali, apakah memang hanya ini yang Anda butuhkan. Mungkinkah design database yang sudah dibuat dapat diperingkas lagi? Jika Anda telah yakin, maka teruskan ke langkah berikutnya.

 
Langkah 8 – Memasukkan data statis kedalam table

Langkah ini sebenarnya tidak wajib, namun ia akan diperlukan ketika Anda hendak mencoba menjalankan program pada langkah berikutnya. Anda mungkin ingin melihat langsung hasil suatu proses ketika menjalankan program tersebut. Oleh karena itu Anda harus menyiapkan serta mengisi data statis, yaitu data yang sifatnya umum atau biasa disebut juga sebagai data master, dimana data ini akan digunakan oleh banyak table. Contoh, daftar supplier, daftar barang, daftar customer, dan lain-lain. Adapun table dinamis seperti table daftar transaksi barang, table absensi karyawan tidak perlu Anda isi karena memang ia merupakan data bergerak yang senantiasa berubah dan bertambah. Umumnya data statis ini dapat langsung diimport dari file spreadsheet ataupun database lainnya, seperti Microsoft Excel, SQL Server, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita dapat menyiapkan suatu file template didalam Excel yang formatnya sama dengan table master, kemudian kita mengisi seluruh data statis kedalam file Excel tersebut. Setelah selesai, kita dapat langsung mengimportnya kedalam database Access.

 
Langkah 9 – Menciptakan object-object database lainnya

Setelah semua langkah diatas dilakukan, barulah kita mulai membuat object-object database lainnya, seperti query, form, report, macro, page, serta module.

Contoh : Rencana Penyusunan Data Siswa

Berikut ini adalah contoh membangun database yang benar yang disampaikan secara tahap demi tahap. Aplikasi dilakukan pada table rencana penyusunan data siswa sekolah beserta registrasinya pada tahun ajaran baru. Diharapkan setelah mempelajari contoh ini, pembaca dapat memahami bagaimana membuat dan menyusun field-field dan table-table didalam suatu database secara benar.

 
1.      Table tidak normal (yang masih salah):

 
NoSiswa
Nama Guru
Ruang Guru
Kelas1
Kelas2
Kelas3
1022
Jones
412
101-07
143-01
159-02
4123
Smith
216
201-01
211-02
214-01

 
2.      Table normal yang pertama: Jangan ada field yang mempunyai arti yang sama yang dibuat lebih dari satu field

 
Lihatlah table yang tidak normal sebagaimana pada no.1 diatas. Didalamnya terdapat field-field yang mempunyai arti sama, yaitu Kelas1, Kelas2, dan Kelas3. Field-field ini semestinya dibuat didalam satu field, kemudian untuk menyatakan kelas diisi didalam recordnya secara langsung. Lihatlah table berikut ini:
   

NoSiswa
Nama Guru
Ruang Guru
Kelas
1022
Jones
412
101-07
1022
Jones
412
143-01
1022
Jones
412
159-02
4123
Smith
216
201-01
4123
Smith
216
211-02
4123
Smith
216
214-01

 
3.      Table normal yang kedua: Hapuskan data yang berlebih-lebihan

 
Lihatlah table pada no.2 diatas. Kendatipun Kelas sudah dijadikan satu field, didalamnya masih terdapat penulisan data yang diulang-ulang, yaitu penulisan NoSiswa, Nama Guru dan Ruang Guru untuk masing-masing Kelas. Hal ini sangat tidak efisien, karena user akan lebih banyak menginput data. Dan table ini lebih sulit untuk dibuat primary key nya, karena untuk menambahkan primary key pada table seperti ini harus menggunakan multiple primary key, sehingga hal ini tidak efisien. Maka cara yang lebih tepat adalah pisahkan data-data didalam table ini menjadi dua table, table yang satu menyimpan data master siswa (table Master Siswa), table yang lain menyimpan data registrasi siswa (table Registrasi Siswa). Kedua table ini akan dihubungkan dengan relationships. Pembuatan table seperti ini disebut juga model Master-Detail. Lihatlah table-table berikut ini:

 
Table Master Siswa:
NoSiswa
Nama Guru
Ruang Guru
1022
Jones
412
4123
Smith
216
NoSiswa pada table ini merupakan primary key.

 
Table Registrasi Siswa:
NoSiswa
Kelas
1022
101-07
1022
143-01
1022
159-02
4123
201-01
4123
211-02
4123
214-01
NoSiswa pada table ini merupakan foreign key.

 
4.      Table normal yang ketiga: Pisahkan data yang tidak bergantung dengan suatu kunci

 
Pada table Master Siswa diatas terdapat field Nama Guru dan Ruang Guru yang penulisannya disatukan dengan data siswa. Sebaiknya data guru ini dipisahkan didalam table tersendiri, karena nama guru merupakan field yang datanya dapat diisi secara berulang kali, oleh karena itu harus dibuat kunci (primary key) pada field Nama Guru ini. Pisahkanlah data ini secara khusus, misalnya pada Table Master Guru. Dengan demikian, didalam database ini sekarang memiliki tiga table, yaitu table Master Siswa, table Registrasi Siswa dan table Master Guru. Ketiga table ini harus dihubungkan dengan relationships. Lihatlah table-table berikut ini:

 
Table Master Siswa:
NoSiswa
Nama Guru
1022
Jones
4123
Smith
NoSiswa pada table ini merupakan primary key.

 
Table Registrasi Siswa:
NoSiswa
Kelas
1022
101-07
1022
143-01
1022
159-02
4123
201-01
4123
211-02
4123
214-01
NoSiswa pada table ini merupakan foreign key.

 
Table Master Guru:
Nama Guru
Ruang Guru
Jones
412
Smith
216
Nama Guru pada table ini merupakan primary key.

 
Demikianlah beberapa tahapan dalam menyusun database yang benar yang dilakukan diawal pembuatan database. Sebab bila Anda merombak ulang database setelah database tersebut selesai dibuat, hal tersebut membutuhkan banyak waktu, dan terkadang mengalami kendala yang bisa mengakibatkan program database tidak berjalan dengan baik dan benar.

Selamat men-desain database (^_^)

Selasa, 06 November 2012

Pengertian | Aplikasi Perangkat Lunak dan Aplikasi Database

Perangkat lunak aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer, tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media.
Beberapa aplikasi yang digabung bersama menjadi suatu paket kadang disebut sebagai suatu paket atau suite aplikasi (application suite). Contohnya adalah Microsoft Office dan OpenOffice.org, yang menggabungkan suatu aplikasi pengolah kata, lembar kerja, serta beberapa aplikasi lainnya. Aplikasi-aplikasi dalam suatu paket biasanya memiliki antarmuka pengguna yang memiliki kesamaan sehingga memudahkan pengguna untuk mempelajari dan menggunakan tiap aplikasi. Sering kali, mereka memiliki kemampuan untuk saling berinteraksi satu sama lain sehingga menguntungkan pengguna. Contohnya, suatu lembar kerja dapat dibenamkan dalam suatu dokumen pengolah kata walaupun dibuat pada aplikasi lembar kerja yang terpisah.

Aplikasi Database

Database (basis data) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:

Lebih Jelasnya lagi, Download disini

Okey, sekian yang saya bisa bahas. selebihnya bisa kalian pelajari dari modul diatas..
semoga bermanfaat..

Recent Comments